Anemia secara umum disebabkan oleh hal berikut:
1. Kekurangan asupan zat gizi (zat besi, asam folat, vitamin B12, dan protein) sehingga mengganggu pembentukan hemoglobin;
Rata-rata pola konsumsi masyarakat Indonesia berisiko menderita anemia kekurangan besi karena kurang asupan pangan sumber zat besi.
terutama anemia defisiensi/ kekurangan besi karena kurang asupan pangan sumber zat besi.
Makanan sumber zat besi seperti:
a) Sumber makanan yang kaya besi adalah pangan hewani karena mengandung zat besi (besi heme) yang mudah diserap dalam pencernaan.
b) Zat besi yang berasal dari pangan nabati disebut besi non-heme, walaupun jumlahnya banyak, namun besi non-heme ini sangat sedikit yang dapat diserap.
2. Keluarnya darah dalam jumlah yang banyak atau pendarahan baik akut maupun kronis. Perdarahan akut biasanya disebabkan oleh kecelakaan,
sedangkan perdarahan kronis disebabkan oleh menstruasi yang berlangsung lama dan banyak, perdarahan akibat kecacingan
(cacing menghisap darah dan merusak dinding usus) dan perdarahan akibat malaria yang menyebabkan sel darah merah rusak (hemolysis).
3. Faktor keturunan (penyakit thalassemia yang menyebabkan sel darah merah rusak).
Remaja Putri:
1. Khusus untuk remaja putri, kebutuhan terhadap besi meningkat, karena remaja putri berada dalam fase pertumbuhan yang cepat
dan mempunyai aktivitas yang lebih banyak, sehingga kebutuhan berbagai zat gizi termasuk zat besi, meningkat secara bermakna.
2. Selain itu remaja putri mengalami kehilangan darah setiap bulan melalui menstruasi. Bila kebutuhan berbagai zat gizi tidak terpenuhi
maka risiko terjadinya anemia pada remaja putri meningkat.
3. Sebagian remaja putri melakukan pola diet yang salah untuk menurunkan berat badan, dengan cara membatasi asupan makanan,
sehingga menambah risiko terjadinya anemia.